Synyster gates

 


👶 Masa Kecil dan Awal Musik

Nama aslinya adalah Brian Elwin Haner Jr., lahir pada 7 Juli 1981 di Huntington Beach, California, AS.
Ia lahir dari keluarga musisi — ayahnya, Brian Haner Sr., adalah gitaris profesional yang juga dikenal sebagai komedian musik “Papa Gates.”

Sejak kecil, Brian sudah dikelilingi oleh musik. Ia belajar piano dulu sebelum akhirnya jatuh cinta pada gitar listrik.
Di usia 13 tahun, ia mulai belajar gitar secara serius, terinspirasi oleh:

  • Dimebag Darrell (Pantera)

  • Slash (Guns N’ Roses)

  • Steve Vai

  • Eddie Van Halen

Ayahnya sering mengajarinya teori musik dan teknik gitar tingkat tinggi. Di sinilah bakat Synyster mulai terbentuk.


Lahirnya “Synyster Gates” dan Awal di Avenged Sevenfold (1999–2003)

Saat remaja, Brian bersekolah di Orange County School of the Arts dan sempat belajar jazz dan teori musik.
Pada usia 18 tahun, ia bergabung dengan band Avenged Sevenfold (A7X) yang baru dibentuk oleh teman-temannya dari Huntington Beach: M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev, dan Johnny Christ.

Nama “Synyster Gates” ia ciptakan sendiri. Dalam wawancara, ia pernah bilang:

“Nama itu muncul saat aku mabuk bersama The Rev. Aku bilang, kalau aku punya alter ego, namanya Synyster Gates.”

Dengan nama itu, ia menciptakan karakter gitaris flamboyan — stylish, teknikal, dan misterius.


🎶 Awal Karier: Dari Metalcore ke Metal Besar (2001–2005)

Synyster mulai dikenal lewat album Sounding the Seventh Trumpet (2001) dan Waking the Fallen (2003).
Ia menunjukkan gaya bermain yang berbeda — cepat, kompleks, dan penuh melodi.

Ciri khasnya:

  • Kombinasi shred ala metal klasik dengan melodi harmonis

  • Duet gitar harmonisasi dengan Zacky Vengeance

  • Teknik sweep picking dan tapping cepat

Album Waking the Fallen membawa mereka ke label besar Warner Bros., dan Synyster mulai dianggap gitaris muda paling berbakat di skena metal.


🚀 Melejit ke Dunia (2005–2007): Era City of Evil

Di album City of Evil (2005), kemampuan Synyster benar-benar bersinar.
Lagu seperti:

  • “Bat Country”

  • “Beast and the Harlot”

  • “Seize the Day”

menampilkan solo gitar yang epik — perpaduan klasik metal dan gaya modern yang khas.
Gaya bermainnya yang teatrikal dan penampilannya yang eksentrik membuatnya jadi ikon gitaris metal generasi baru.

Album ini membawa A7X ke panggung dunia, dan Synyster mendapat penghargaan seperti:
🏆 Best New Talent (Revolver Golden Gods Awards, 2006)


💀 Kehilangan The Rev dan Masa Berat (2009–2010)

Kematian The Rev, sahabat dekatnya sekaligus drummer A7X, pada tahun 2009, menjadi pukulan berat bagi Synyster.
Mereka berdua sudah seperti saudara, bahkan banyak lagu A7X ditulis berdua, termasuk “Afterlife.”

Synyster berkata:

“The Rev bukan cuma drummer, dia separuh dari jiwaku dalam musik.”

Namun, dari rasa kehilangan itu lahir album Nightmare (2010), dengan lagu “So Far Away” yang menjadi tribut emosional untuk The Rev.
Permainan gitarnya di album ini menunjukkan kedewasaan emosional dan teknikal yang luar biasa.


🌌 Evolusi dan Eksperimen (2013–Sekarang)

Synyster tidak berhenti berkembang.
Di album Hail to the King (2013), ia menonjolkan gaya yang lebih klasik — terinspirasi Metallica dan Guns N’ Roses.
Sedangkan di The Stage (2016), ia mengeksplor musik progresif dan konsep futuristik, menggabungkan jazz, orkestra, dan teknik gitar eksperimental.

Ia juga pernah membuat proyek solo bernama “Synyster Gates School”, platform online gratis untuk belajar gitar, agar penggemar bisa belajar langsung tekniknya.
👉 Situsnya: synystergatesschool.com

Synyster juga beberapa kali bekerja sama dengan perusahaan gitar Schecter, merilis signature model “Synyster Gates Custom-S.”


🏆 Pencapaian dan Pengaruh

  • Masuk daftar Top 10 Metal Guitarists of the Decade (Guitar World, 2010)

  • Memenangkan Best Guitarist di Golden Gods Awards

  • Gaya bermainnya jadi inspirasi bagi banyak gitaris muda di seluruh dunia

  • Signature guitar “Synyster Gates Custom” jadi salah satu seri paling populer di Schecter


💬 Filosofi Bermusik Synyster Gates

“Aku tidak mau hanya jadi gitaris cepat. Aku ingin jadi gitaris yang bisa membuat orang merasa sesuatu lewat setiap nada.”

Ia selalu menekankan bahwa teknik hanyalah alat; yang terpenting adalah emosi dan cerita di balik permainan musik.


🌟 Kesimpulan

Synyster Gates bukan sekadar gitaris metal — dia adalah seniman sejati yang menggabungkan teknik tinggi, jiwa emosional, dan keberanian bereksperimen.

Dari anak muda di garasi Huntington Beach sampai legenda panggung dunia, perjalanannya adalah bukti bahwa bakat, kerja keras, dan passion sejati bisa menciptakan keabadian di dunia musik.

Comments

Popular posts from this blog

Ahmad Dhani

Afgan

Bunga Citra Lestari (BCL)